{"id":3777,"date":"2026-06-05T09:52:31","date_gmt":"2026-06-05T02:52:31","guid":{"rendered":"https:\/\/mtpb.pasca.ugm.ac.id\/?p=3777"},"modified":"2026-06-05T10:04:01","modified_gmt":"2026-06-05T03:04:01","slug":"kuliah-lapangan-mtpb-ungkap-tantangan-dan-peluang-pemberdayaan-masyarakat-bantaran-kali-code","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mtpb.pasca.ugm.ac.id\/?p=3777","title":{"rendered":"Kuliah Lapangan MTPB Ungkap Tantangan dan Peluang Pemberdayaan Masyarakat Bantaran Kali Code"},"content":{"rendered":"<p class=\"isSelectedEnd\">Pada Jumat, 29 Mei 2026, mahasiswa Minat Studi Teknologi untuk Pembangunan Berkelanjutan, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, melaksanakan kegiatan kunjungan lapangan dan wawancara sebagai bagian dari Mata Kuliah Pemberdayaan Masyarakat untuk Pembangunan Berkelanjutan yang diampu oleh Muhammad Sulaiman, S.T., M.T., D.Eng. Kegiatan ini berlangsung di Kampung Terban, Kelurahan Terban, Kota Yogyakarta, dengan menghadirkan Bapak Harjono sebagai narasumber. Selain menjabat sebagai Ketua RW 01 Terban, beliau juga merupakan tokoh masyarakat dan anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Terban. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai dinamika pemberdayaan masyarakat di kawasan permukiman bantaran Kali Code, khususnya pada sisi timur sungai. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membandingkan karakteristik sosial, ekonomi, dan kelembagaan masyarakat di sisi timur dan barat Kali Code yang telah dipelajari pada kunjungan sebelumnya. Melalui diskusi dan wawancara, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai keterkaitan antara aspek keruangan, kondisi sosial-ekonomi, kelembagaan lokal, lingkungan, budaya, serta strategi pemberdayaan yang berkembang di masyarakat. Pembelajaran lapangan ini menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga mencakup proses identifikasi kebutuhan warga, pemetaan aktor lokal, pengenalan potensi wilayah, serta penyusunan solusi yang sesuai dengan karakteristik masyarakat setempat.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-3781\" src=\"https:\/\/mtpb.pasca.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/1884\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-05-03-at-22.38.41-1-e1780626960366-300x171.jpeg\" alt=\"\" width=\"689\" height=\"393\" srcset=\"https:\/\/mtpb.pasca.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/1884\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-05-03-at-22.38.41-1-e1780626960366-300x171.jpeg 300w, https:\/\/mtpb.pasca.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/1884\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-05-03-at-22.38.41-1-e1780626960366-768x438.jpeg 768w, https:\/\/mtpb.pasca.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/1884\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-05-03-at-22.38.41-1-e1780626960366-825x470.jpeg 825w, https:\/\/mtpb.pasca.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/1884\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-05-03-at-22.38.41-1-e1780626960366.jpeg 1010w\" sizes=\"auto, (max-width: 689px) 100vw, 689px\" \/><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Berdasarkan pemaparan narasumber, RW 01 Terban memiliki berbagai kelompok dan aktivitas masyarakat yang masih aktif, seperti kelompok tani, kelompok simpan pinjam, PKK, Posyandu, PAUD, serta kelompok seni dan budaya. Di sisi lain, beberapa program yang pernah berkembang, seperti budidaya ikan lele sistem bioflok, kelompok pemakai air (bank air), dan bank sampah, mengalami penurunan aktivitas bahkan tidak lagi berjalan secara optimal. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain keterbatasan akses, perubahan tata ruang kawasan, keterbatasan sumber daya pengelola, serta dinamika pembangunan di lingkungan sekitar. Diskusi juga mengidentifikasi sejumlah isu strategis yang dihadapi masyarakat, meliputi pengelolaan sumber daya air, pemanfaatan ruang sempadan sungai, pengelolaan persampahan, pengembangan ekonomi lokal, kerawanan sosial, serta mitigasi bencana. Menurut narasumber, persoalan air di kawasan Terban tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga dipengaruhi oleh batas wilayah administrasi, hubungan antarwilayah, dan kelembagaan pengelola yang terlibat. Selain itu, kebutuhan penataan ruang di kawasan sempadan sungai masih menjadi perhatian karena berkaitan dengan keselamatan tebing, risiko longsor, kepadatan permukiman, dan status pemanfaatan lahan.<\/p>\n<p>Dari aspek lingkungan, pengelolaan bank sampah yang pernah berjalan belum dapat diaktifkan kembali secara optimal. Meskipun demikian, sebagian masyarakat masih melakukan pemilahan sampah secara mandiri sebelum diangkut oleh pengumpul atau pihak ketiga. Infrastruktur lingkungan berupa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal juga telah tersedia sebagai sarana pendukung pengelolaan limbah domestik masyarakat.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Pada aspek kebencanaan, masyarakat RW 01 Terban telah menunjukkan kepedulian terhadap berbagai risiko, seperti kebakaran, pohon tumbang, dan potensi bahaya di kawasan bantaran sungai. Upaya tersebut diwujudkan melalui pembentukan Kampung Tangguh Bencana (KTB) dan pelaksanaan kegiatan jaga warga. Namun demikian, masih diperlukan peningkatan dukungan berupa fasilitas dan peralatan untuk memperkuat kapasitas penanganan keadaan darurat.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Selain membahas aspek lingkungan dan kebencanaan, diskusi juga menyoroti potensi ekonomi dan budaya yang dimiliki masyarakat. Keberadaan UMKM, koperasi atau kelompok simpan pinjam, serta gagasan pengembangan kawasan Terban Madani sebagai ruang publik dan destinasi wisata sungai dinilai memiliki peluang untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Konsep tersebut berpotensi mendukung pengembangan UMKM, area kuliner, panggung terbuka, kegiatan budaya, serta ruang interaksi sosial warga di sekitar Kali Code. Dalam kesempatan tersebut, narasumber juga menekankan pentingnya kegiatan budaya sebagai modal sosial masyarakat. Berbagai tradisi lokal seperti ruwahan, ngapem, kirab budaya, merti belik, tari, dan karawitan dinilai mampu memperkuat nilai gotong royong, identitas lokal, solidaritas sosial, serta membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis komunitas.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Melalui kegiatan ini, mahasiswa MTPB memperoleh pemahaman bahwa upaya pemberdayaan masyarakat di kawasan Terban perlu dirancang secara terpadu dan berkelanjutan. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada penguatan ekonomi masyarakat, tetapi juga mencakup penguatan kelembagaan, pengelolaan lingkungan, mitigasi bencana, penataan ruang, pemberdayaan pemuda, serta pelestarian budaya lokal. Perbedaan karakteristik, tantangan, dan potensi yang dimiliki setiap kawasan di sepanjang Kali Code menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan perlu disusun berdasarkan konteks dan kebutuhan lokal masing-masing wilayah.<\/p>\n<p>Sebagai tindak lanjut, diperlukan pendalaman data terkait kondisi demografi, mata pencaharian masyarakat, kelembagaan lokal, status pemanfaatan lahan, dokumen perencanaan Terban Madani, keberadaan kelompok masyarakat yang masih aktif, serta kebutuhan prioritas warga. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi program pemberdayaan masyarakat yang lebih tepat sasaran, realistis, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat RW 01 Terban.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada Jumat, 29 Mei 2026, mahasiswa Minat Studi Teknologi untuk Pembangunan Berkelanjutan, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, melaksanakan kegiatan kunjungan lapangan dan wawancara sebagai bagian dari Mata Kuliah Pemberdayaan Masyarakat untuk Pembangunan Berkelanjutan yang diampu oleh Muhammad Sulaiman, S.T., M.T., D.Eng. Kegiatan ini berlangsung di Kampung Terban, Kelurahan Terban, Kota Yogyakarta, dengan menghadirkan Bapak Harjono [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":11481,"featured_media":3778,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[35,34],"class_list":["post-3777","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-kuliah-lapangan","tag-mtpb"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mtpb.pasca.ugm.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3777","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mtpb.pasca.ugm.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mtpb.pasca.ugm.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mtpb.pasca.ugm.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/11481"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mtpb.pasca.ugm.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3777"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mtpb.pasca.ugm.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3777\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3787,"href":"https:\/\/mtpb.pasca.ugm.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3777\/revisions\/3787"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mtpb.pasca.ugm.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3778"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mtpb.pasca.ugm.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3777"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mtpb.pasca.ugm.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3777"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mtpb.pasca.ugm.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3777"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}