• Tentang UGM
  • IT Center
  • Perpustakaan
Universitas Gadjah Mada Magister Teknologi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Latar Belakang
    • Visi dan Misi
  • AKADEMIK
    • Dosen Pengajar
    • Mata Kuliah
    • Monitoring Tesis
  • ARSIP
    • Kegiatan
    • Berita
  • Mahasiswa & Alumni
  • GALERI
    • FOTO
    • VIDEO
  • KONTAK
  • Beranda
  • Berita
  • Studi Lapangan Mahasiswa Teknologi untuk Pembangunan Berkelanjutan: Mempelajari Kemandirian Energi dan Komersialisasi PLTMH di Kulon Progo

Studi Lapangan Mahasiswa Teknologi untuk Pembangunan Berkelanjutan: Mempelajari Kemandirian Energi dan Komersialisasi PLTMH di Kulon Progo

  • Berita, Kegiatan, Tak Berkategori
  • 14 Oktober 2026, 14.33
  • Oleh: mtpb.pasca
  • 0

KULON PROGO – Dalam upaya memperdalam mata kuliah mengenai Sistem Energi Baru Terbarukan, mahasiswa Program Studi Magister Teknologi Pembangunan Berkelanjutan (MTPB UGM) melakukan rangkaian kegiatan studi lapangan ke dua lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rangkaian observasi diawali dengan kunjungan ke PLTMH Kedungrong pada 17 September 2026 dan dilanjutkan ke PLTMH Semawung pada 1 Oktober 2026. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari serta membandingkan secara langsung dua pendekatan tata kelola energi air, yaitu model berbasis partisipasi masyarakat (off-grid) dan skema pengusahaan komersial yang terintegrasi dengan jaringan nasional (on-grid).

Pada kunjungan pertama di PLTMH Kedungrong, Samigaluh, mahasiswa meninjau secara langsung keberhasilan sistem kelistrikan mandiri yang memanfaatkan potensi aliran Saluran Irigasi Kalibawang dengan head 4,5 meter dan debit air 800–1.500 liter/detik. Sejak tahun 2012, pembangkit yang dikelola oleh Komunitas Mikrohidro Terpadu Indonesia (KMTI) bersama warga ini mengoperasikan dua generator 18 kW secara bergantian dengan bantuan Electronic Load Controller (ELC) untuk memenuhi kebutuhan listrik 55 kepala keluarga serta berbagai unit UMKM lokal. Selain mampu menghadirkan keadilan energi dengan iuran terjangkau sebesar Rp12.000 per 35 hari, PLTMH Kedungrong juga menunjukkan kuatnya keterlibatan masyarakat dan karang taruna dalam menjaga keberlanjutan operasional serta merawat aset energi bersih di wilayah mereka.

Sementara itu, observasi kedua di PLTMH Semawung, Kalibawang, memperlihatkan potensi optimalisasi infrastruktur irigasi untuk pasokan listrik skala komersial. Pembangkit berkapasitas 600 kW yang dikembangkan oleh PT Energi Puriutama ini memanfaatkan beda tinggi jatuh air 12 meter pada saluran irigasi yang sama menggunakan skema run-of-canal dan turbin jenis Kaplan. Seluruh daya yang dihasilkan disalurkan langsung ke jaringan PT PLN (Persero) melalui Gardu Induk Medari untuk memperkuat pasokan listrik daerah tanpa mengubah kualitas maupun mengurangi kuota air untuk lahan pertanian warga. Berdasarkan analisis finansial, proyek investasi senilai Rp10 miliar ini mencatatkan tingkat kelayakan yang sangat baik dengan periode pengembalian modal (Payback Period) sekitar 2,81 tahun.

Melalui studi lapangan di kedua fasilitas tersebut, para mahasiswa mengidentifikasi berbagai dinamika operasional mikrohidro di lapangan, seperti tantangan fluktuasi debit air musiman, risiko penumpukan sampah sungai pada saringan turbin, hingga pentingnya jaminan ketersediaan suku cadang. Keberadaan PLTMH Kedungrong dan PLTMH Semawung membuktikan bahwa pemanfaatan jaringan irigasi mampu menjadi pilar penting dalam mendorong transisi energi terbarukan di tingkat lokal. Pembelajaran berharga ini diharapkan dapat memperkaya wawasan akademis mahasiswa dalam merancang dan mengembangkan teknologi pembangunan berkelanjutan yang andal secara teknis, layak secara ekonomi, serta membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

 

Tags: Kuliah Lapangan MTPB SDG 11: KOTA DAN PEMUKIMAN YANG BERKELANJUTAN SDG 13: PENANGANAN PERUBAHAN IKLIM SDG 7: ENERGI BERSIH DAN TERJANGKAU

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terakhir

  • Studi Lapangan Mahasiswa Teknologi untuk Pembangunan Berkelanjutan: Mempelajari Kemandirian Energi dan Komersialisasi PLTMH di Kulon Progo
  • Mahasiswa MTPB Kaji Dampak Sosial Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi melalui Pendekatan S-LCA
  • Mahasiswa MTPB Turut Berpartisipasi dalam Kegiatan “Kali Code Berdaya”
  • Mahasiswa MTPB Teliti Pemanfaatan Limbah Sawit Menjadi Bioelektrisitas dengan Teknologi Microbial Fuel Cell (MFC)
  • Penelitian Mahasiswa MTPB Kaji Potensi Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit sebagai Sumber Energi Alternatif

Komentar Terbaru

  • Administrator pada Diskusi Penataan Masyarakat dan Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan
  • Emon pada Diskusi Penataan Masyarakat dan Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan
  • Administrator pada Eceng Gondok dan Limbah Peternakan: Media Biakan Cacing Tanah yang Efektif
  • Wahyu pada Eceng Gondok dan Limbah Peternakan: Media Biakan Cacing Tanah yang Efektif

Arsip

  • Oktober 2026
  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • April 2019
  • Februari 2019
  • April 2018
  • Maret 2018
  • Februari 2018
  • Oktober 2017

Kategori

  • Berita
  • Kegiatan
  • Mahasiswa & Alumni
  • Tak Berkategori
  • Uncategorized

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org
Universitas Gadjah Mada

Magister Teknologi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Sekolah Pascasarjana 
Universitas Gadjah Mada

Sekretariat MTPB Gedung Unit 1 Lantai 3 Ruang 304 Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada

Jl. Teknika Utara, Pogung, Sleman, Yogyakarta, 55281
CP: 0819 3119 2637 (Indri) | Email : mtpb.pasca@ugm.ac.id | Instagram : mtpb_ugm | Facebook : Mtpb Pascasarjana Ugm

 

© 2019 MTPB - Universitas Gajah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY