Minat Studi Teknologi untuk Pembangunan Berkelanjutan, Sekolah Pascasarjana menyelenggarakan seminar proposal penelitian mahasiswa atas nama Luri Suanto pada hari Senin, 27 April 2026, bertempat di Ruang Sidang B Lantai 5 Gedung Sekolah Pascasarjana. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan akademik wajib dalam proses penyusunan tesis mahasiswa MTPB. Dalam seminar proposal tersebut, Luri mempresentasikan rencana penelitian berjudul “Pemodelan FAO AquaCrop untuk Resiliensi Sorgum Manis (Sorghum bicolor (L.) Moench) pada Lahan Karst Menggunakan Sinergi Hidrogel Geotermal, Nano-Silika dan Humat”. Seminar ini dihadiri dan dievaluasi langsung oleh Tim pembimbing yang terdiri dari Dosen Pembimbing Utama, Prof. Himawan Tri Bayu M. P., S.T., M.E., D.Eng., serta Dosen Pembimbing Kedua, Ir. Agus Prasetya, M.Eng.Sc., Ph.D.
Riset ini difokuskan untuk mengeksplorasi strategi mitigasi krisis air di lahan marginal, khususnya pada ekosistem Karst seperti Gunungkidul. Penelitian ini mengaplikasikan paket “Triade Amelioran”—yang menggabungkan hidrogel berbasis silika dari sumber geotermal, aplikasi nano-silika, serta asam humat—untuk menunjang pertumbuhan tanaman sorgum.
Pendekatan utama dari penelitian ini terletak pada pemanfaatan software pemodelan FAO AquaCrop. Alih-alih hanya bergantung pada metode observasi lapangan konvensional, riset ini mengimplementasikan kerangka kerja decoupling(pemisahan interaksi variabel) melalui simulasi komputasi. Melalui model ini, interaksi antara penahan air di matriks tanah (efek hidrogel) dan pertahanan stomata penekan transpirasi (efek nano-silika) dapat dikuantifikasi secara spesifik dan terukur.
Seminar proposal berjalan dengan lancar dan secara resmi menandai dimulainya fase penelitian lapangan. Dengan disetujuinya proposal ini oleh jajaran dosen pembimbing, riset akan segera dilanjutkan ke tahap implementasi dan kalibrasi di lahan Karst. Ke depannya, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat merumuskan pedoman intervensi agronomis yang aplikatif untuk mendukung produktivitas pertanian lahan kering di Indonesia.