Minat Studi Teknologi untuk Pembangunan Berkelanjutan, Sekolah Pascasarjana, telah menyelenggarakan seminar hasil penelitian pada hari Rabu, 29 April 2026 di Ruang Sidang B Lantai 5 SPs. Seminar ini dipresentasikan oleh Lidya Imelda Nelvi Ratu di bawah bimbingan Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng., Ph.D. (Pembimbing Utama) dan Nur Akbar Arofatullah, S.P., M.Biotech., Ph.D. (Pembimbing Pendamping). Penelitian yang dilakukan Lidya berjudul “Produksi Bioelektrisitas dan Reduksi COD dari Palm Oil Mill Effluent (POME) Menggunakan Single Chamber Microbial Fuel Cell (SCMFC) dengan Penambahan Ko-Substrat Asam Asetat dan Inokulum Geobacter spp.”
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Single Chamber Microbial Fuel Cell (SCMFC) dalam menghasilkan bioelektrisitas sekaligus mereduksi Chemical Oxygen Demand (COD) dari Palm Oil Mill Effluent (POME), serta mengevaluasi pengaruh penambahan inokulum Geobacter spp. dan ko-substrat asam asetat terhadap performa sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan performa sistem terjadi pada perlakuan dengan penambahan Geobacter spp. dan asam asetat. Nilai power density maksimum tertinggi dicapai pada perlakuan 2 sebesar 241,4 mW/m² pada hari ke-7, diikuti perlakuan 1 sebesar 177,8 mW/m² pada hari ke-6, sedangkan kontrol hanya mencapai 32,2 mW/m² pada hari ke-3. Selain itu, laju produksi bioelektrisitas tertinggi juga ditunjukkan oleh perlakuan 2 sebesar 0,73 day⁻¹, diikuti perlakuan 1 sebesar 0,63 day⁻¹, sementara kontrol menunjukkan nilai negatif sebesar 0,39 day⁻¹. Seluruh perlakuan parameter COD mengalami penurunan konsentrasi. Nilai COD pada kontrol menurun dari 85.333 mg/L menjadi 74.667 mg/L, perlakuan 1 dari 80.000 mg/L menjadi 56.000 mg/L, dan perlakuan 2 dari 73.333 mg/L menjadi 56.000 mg/L pada hari ke-7. Hal ini menunjukkan bahwa sistem SCMFC mampu berkontribusi dalam pengolahan limbah sekaligus menghasilkan energi listrik.